Pemkab Lamongan Akan Gunakan QRIS untuk Retribusi Parkir
Pemerintah Kabupaten Lamongan akan menerapkan QRIS sebagai metode pembayaran retribusi parkir melalui kerja sama dengan Bank Jatim. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kemudahan layanan sekaligus mendorong pengelolaan retribusi parkir yang lebih efektif, transparan, dan akuntabel. Hadir menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama di Pendopo Lokatantra, Jumat (31/7), Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berharap penerapan pembayaran digital tersebut dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan retribusi sekaligus mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dikatakan Bupati YES, sapaan Bupati Lamongan, digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemudahan layanan kepada masyarakat. Seiring dengan semakin luasnya adopsi pembayaran nontunai, Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus mendorong elektronifikasi transaksi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperluas penggunaan kanal pembayaran digital dalam pemenuhan kewajiban masyarakat.
"Hari ini adalah momen yang penting sebagai bentuk Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Ke depan pajak dan retribusi lain akan kita genjot melalui proses digitalisasi," ujar Pak YES.
Disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Lamongan, Dianto Hari Wibowo, Penerapan akan dilakukan pada titik parkir yang dikelola Dishub, sekitar 43 titik di Lamongan dan Babat. Saat ini, Program masih tahap soft launching, sosialisasi, dan pembinaan, dengan grand launching direncanakan pada 10 Agustus 2026.
"Kami yakin bahwa kami dan petugas kami juga siap secara keseluruhan untuk mensukseskan ini. Ini merupakan bagian dari amanah yang diberikan kepada petugas-petugas parkir untuk bisa bekerja dengan baik dan meminimalisir hal-hal adanya kebocoran PAD," jelasnya.
Bondan Seno Aji, Pimpinan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk Cabang Lamongan, mengatakan bahwa inovasi pembayaran nontunai ini memberikan pelayanan secara cepat, mudah, dan akurat. Pengelolaan retribusi akan lebih mudah dimonitor sehingga dapat dievaluasi secara realtime. (xcl)