Peringatan 80 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Lamongan. Jalan Lingkar Utara (JLU), yang telah lama dinantikan kehadirannya, kini mulai dimanfaatkan dalam tahap uji coba operasional. Penandaan ini dilakukan langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Pak YES) bersama jajaran Forkopimda, Minggu (17/8).
Bupati YES menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan BPJN Jawa Timur yang telah menetapkan JLU sebagai Proyek Strategis Nasional. Menurut beliau, proyek jalan yang memiliki panjang 7,15 kilometer ini memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas sekaligus perekonomian masyarakat.
"Jalan Lingkar Utara ini tidak hanya mengurai kemacetan akibat lintasan rel kereta api, tetapi juga membuka bangkitan ekonomi baru. Saya yakin kawasan pertanian, perikanan, hingga perdagangan akan semakin tumbuh pesat dengan adanya jalan ini," tutur Bupati YES.
Proses panjang pembangunan JLU dimulai dari perencanaan lebih dari 20 tahun lalu, dengan berbagai kendala terutama pada pembebasan lahan. Pemerintah Kabupaten Lamongan akhirnya berhasil menuntaskan kebutuhan lahan dengan anggaran sekitar Rp50–60 miliar.
“Alhamdulillah, perjuangan panjang ini kini terwujud. Semoga jalan ini membawa manfaat dan barokah bagi masyarakat Lamongan,” imbuhnya.
Selain menandai pemanfaatan JLU, pada hari kemerdekaan ini, Bupati YES juga meresmikan penamaan tiga jalan baru dalam kota Lamongan, yakni Jalan KH Ahmad Muhtadi, Jalan Soekarno Hatta, dan Jalan Rangga Aboe Amin. Penamaan ini menjadi bentuk penghormatan atas jasa para tokoh bangsa dan daerah yang telah mewariskan semangat perjuangan, keteladanan, dan kepemimpinan bagi generasi penerus. (xcl)
Sumber : Prokopim Lamongan